Kebetulan Teman lama having vacation di Bali sekaligus melakukan cosplay and reguler photoshoot dengan photographer Bali. So there i go, stranded on the excitement of photoshoot and having fun with old friend. Hope you enjoy the pictures.
Photoshoot di area batu ini terpaksa tidak banyak saya lakukan karena banyaknya nyamuk yang menyerang
That’s it. Hope all of you who’s wacth it would like it. Special Thank u to Yola, Nadia, Fifin and Eris. It was nice to meet you all
Ogoh ogoh adalah semacam boneka Setan raksasa yang dibawa berkeliling jalan di Bali dengan tujuan untuk membersihkan area yang dilewati dari roh jahat. Ritual ini dilakukan sehari sebelum nyepi. Sebagai Warga Bali baru, tentu saja saya sangat penasaran dengan ritual ini.
Lokasi yang saya kunjungi adalah area Denpasar dekat lapangan Puputan dimana lokasi ini merupakan lokasi yang lebih banyak dikunjungi warga Bali.
Mengingat main purpose of ogoh ogoh parade terkait dengan roh jahat, ternyata parade yang saya lihat termasuk jauh dari bayangan seram. Yang terjadi malah lebih banyak kegembiraan dimana anggota-anggota pembawa ogoh-ogoh malah melalukan putaran cepat dan bantingan bantingan agar ogoh ogoh terlihat hidup. from my point of view, ogoh-ogoh malah menjadi suatu permainan yang menarik.
Apakah ogoh-ogoh hanya untuk manrik roh jahat lokal? Tampaknya tidak juga, karena beberapa figur setan adalah setan import. Cukup aneh, hampir seperti menonton film Hollywood tapi tanpa special effect
Monster alien…See what i mean
Salah satu pembawa ogoh-ogoh
Looks like donkey is one of the evil one
I really love their expression
Torch girl
Don’t you dare to senggol
Iwak peyek dance
The evil shaun the sheep..he he he
That’s it. Next Ogoh ogoh, definitely i’ll be there.
Jalan Braga selalu mempesona dengan arsitektur kunonya dan jalannya yang dipaving dengan gaya eropa. Dengan magnet tersebut, maka terdamparlah saya di Jl. Braga dengan tujuan foto-foto. Baru satu rumah saya jalani, langkah saya langsung terhenti untuk memandangi salah satu Toko Roti kuno di Jl. Braga. Het Snoephuis sejak tahun 1929 atau lebih dikenal saat ini dengan nama Sumber hidangan. Toko roti ini memiliki dandanan yang sangat kuno sekali. Justru hal tersebut yang bikin penasaran untuk mampir.
Salah satu jenis roti yang dijual. Apa rasanya sekuno penampilannya?sayang sekali saya belum mencobanya
Bahkan Kasir toko saja masih diberi kurungan seperti dalam penjara. Di bagian kasir ada kasir dan pembukuan, tatanannya lebih mirip kantor pajak daripada Toko roti.
salah satu pegawai toko berbaik hati untuk memperbolehkan saya mengambil foto di area restorannya. Foto ini adalah bagian depan restoran dilengkapi dengan radio kuno dan alat mesin hitung yang kuno
Het snoephuis restaurant environment
Old radio. Speaker ada dua, tapi bukannya masih mono ya.
Foto restaurant waktu first opening.
Alfamart dengan lantai kunonya di Jalan Braga.
Braga City Walk, only good on the outside.
one of Bandung famous Batagor. Katanya sih wajib makan kalo ke Bandung.
Produk keluaran Batagor Riri yang terbaru, Mie Pedas. Konsep yang hampir mirip dengan Mie Ramen, ada level pedasnya.
Penampakan Batagor Riri, sisi siomay.
Bakso Sapi asli. It’s good really.
Penampakan Batagor Riri sisi batagor.
Paris Van Java di malam hari. really good atmosfer. almost remind me of Sutos. Paris Van java adalah mall dengan konsep semi open. Bagian luar dihuni oleh cafe-cafe dan restoran. Bagian dalam mall adalah tenant-tenant dengan brand terkenal. Bagian basement terdiri dari restoran.
bertepatan sekali, underworld the awakening sedang diputar di bioskop dan kebetulan pula saya berada di PVJ (Paris Van Java), maka berakhirlah saya di Blitz Megaplex. Pengalaman menonton saya di Blitz adalah di Blitz Pasific place Jakarta dan itu sudah lama sekali. Dahulu seingat saya, Tempat pembelian tiket dan makanan masih dipisah. Ketika saya tiba di Blitz PVJ, cukup kaget juga dengan counter tiketnya yang lebih mirip tempat beli fast food. What an efficient management. Nice.
Pameran Photography tunggal dari photographer Polandia, namanya lupa…gak saya catat sih.
My favourite drink, Teh tarik.
Salah satu hotel di Jl Asia Afrika. so colourfull.
Shaun the sheep fever. Hampir setiap corner bandung menjual boneka ini.
Buat pengkoleksi uang kuno, silahkan mampir ke area asia afrika.
Some people say that bigger is better, so bersama post ini saya juga announce perubahan theme blog saya dengan tampilan foto yang lebih besar, Perubahan About saya, dan tambahan page berupa link ke Blog saya yang terbaru. Hope you like it.
Ok back to the Sanur Village Festival 2011 yang diadakan di pantai matahari terbit Sanur dari tanggal 19-22 November 2011. Here’s the Brocure:
Sayangnya saya hanya sempat menghadiri hari penutupan, sebuah pertunjukan yang menarik boleh dikatakan, here’s some picture of it (too bad i don’t bring my tripod, so here my pictures attempt):
Fire Dance
Fat Food
Yoga Dance
Checking nails during the dance (caught in camera)
See you in the next photos. Thank u
Salah satu benefit tinggal di daerah pariwisata is that you can took picture of the beauty nearby. First place is Sanur Beach. To be honest, saya lebih prefer ambience sanur beach daripada kuta Beach yang terlalu crowded dan macet. Sanur beach benar-benar tempat cocok untuk relax di pantai terutama didukung oleh pantainya yang tidak berombak. Just prepare your sunblock in the morning coz this is a sunrise beach.
Dance training in one of Sanur Hotel
Next we go to Monumen Perjuangan Rakyat Bali at Renon
Next is Sunset in Kuta Beach
See ya in the next photo
Only one word about this place….AWESOME. Banyak yang membicarakannya dan banyak yang upload fotonya di FB. Tentu saja saya harus datang ke tempat ini. Dinamai Potato Head The Beach Club yang berlokasi di Jl. Petitenget, Seminyak, Bali. Arsitekturnya keren dengan gaya amphitheater dan ditutup dengan jendela kuno colourfull. Buat yang Raja dan Ratu Hang out, definitely this is the place. I’m not gonna say a lot about this place coz reporting definitely not my style. Just come and enjoy the Potato Head while you’re in Bali. Enjoy the picture
http://www.flickr.com/photos/67265775@N02/6262264615/
http://www.flickr.com/photos/67265775@N02/6262792048/
See ya in the next chill out place.
Sebenarnya nature photography bukanlah aliran yang sangat saya sukai. Tetapi berhubung saya tidak pernah melakukannya, tentu saja tidak ada salahnya dilakukan.Photo shoot ini dilakukan pada saat liburan lebaran bersama teman-teman photographer lainnya tanggal 2 Sept 2011 di Batu Secret Zoo. Photo shoot saya meliputi atmosfir Batu Secret Zoo, Pohon Inn, dan Musium satwa. Bagian terakhir adalah the animal itself. Enjoy it.

Pintu Masuk Batu Secret Zoo
Food court di Pohon Inn
Food court Pohon Inn
Dalam Teduhan Pohon Inn
Loket masuk
Dragon welcome
Hall way inside Batu Secret Zoo
Statue in the aquarium
Musium satwa tampak samping
Pohon Inn
THE ANIMAL
The Monkey looks so boring
Penghuni BSZ yang terlupakan
And that’s me, Thanks to my friend Iwan for taking the picture
See ya in the next photo shoot. Thank u.
Selalu mencoba makanan Khas tiap daerah adalah ritual wajib bagi pecinta kuliner tentunya. Hampir seluruh makanan khas dari Bali, Banjarmasin, Bandung, Jakarta, Jogja, Medan, Pontianak, Surabaya, dll sudah pernah saya coba. It’s been a wonderful Journey and marvelous taste. Tak disangka dan dikira, petualangan saya kembali dimulai pada minggu ini ketika tidak sengaja berkenalan dengan Fera yaitu owner dari Bakmi Belitung by Fera. Penasaran dengan salah satu makanan khas Belitung ini, saya langsung kontak Fera via BBM untuk pemesanan.
Fera sebagai orang Belitung asli ternyata sangat piawai mengolah Bakmi Belitung tersebut, Bakmi Belitung yang terdiri dari Mie, tauge, tahu, kentang, gimbal udang, mentimun ditaburi belinjo dan terakhir disiram dengan kuah udang hangat yang manis, gurih, dan harum. Sangat Pas sekali disajikan hangat-hangat. Kekuatan utama Bakmi Belitung Fera terletak pada pemilihan bahan-bahan yang fresh, tingkat kekenyalan mie yang pas, gimbal udang yang dibumbu dengan lezat, dan rasa kuah udangnya yang enak sekali. Tingkat higienitas pun sangat diperhatikan oleh Fera dimana Bakmi Belitung tersebut dimasak dengan menggunakan air mineral bermerk.
Fera yang telah lama berdomisili di Surabaya sering menyajikan makanan khas Belitung (Note: Belitung adalah salah satu pulau terindah di Indonesia yang dijadikan lokasi pembuatan film Laskar Pelangi) ini untuk keluarga,teman-teman bahkan teman anak-anaknya. Dengan menjamurnya internet social media seperti BBM (Blackberry Messenger), kelezatan Bakmi Belitung by Fera menjadi buah bibir dan dari situlah awal bisnis Fera dimulai. Saat ini Fera melayani penjualan (by delivery order) Bakmi Belitung ke seluruh Surabaya baik untuk personal, meeting perusahaan,buka puasa, persekutuan doa, dll
So, buat semuanya yang merindukan kelezatan makanan Khas Belitung bisa coba Bakmi Belitung by Fera ini dengan message melalui BBM Fera. Dijamin Halal.
Bakmi Belitung by Fera
Contact Fera for order
Pin BB : 21BE9F21
HP: 08123149489
Bertepatan dengan acara food photography yang diadakan oleh AW photobiz dengan TLC (The Light Cup) sutos tgl 25 Agustus 2011, berikut adalah koleksi foto yang sempat saya ambil:
Salah satu menu andalan TLC yang menjulang tinggi
Delicious lasagna. Cutting di kepala model supaya fokus ama makanannya…he he he
Enough with the food, sementara saya berada di salah satu cafe dengan ambience yang menarik di sutos, so gak ada salahnya foto-foto sejenak. This is my cafe ambience picture:
saya akan selalu shoot kalau ada pintu dan cahaya…don’t know why
again my obsesion with the door or window
Cozy ambience with wood bench and table…love the warmness
miniature bike in the bar table
The menu
love the tiddyness
container and a bar
Th Brand
Nice chair
Enjoy your afternoon coffee. See ya
Melihat kembali pada 10 must to do list milik saya, salah satunya adalah night photography. Sudah lama memimpikannya, merencanakannya, dan finally here i am last night was taking night photography. Tepat pukul 18.30 saya memulai photo di balai kota, dengan travel light (how can possible light if we’re going to do night photography..ha ha ha) setidaknya saya hanya membawa tas kamera kecil, kamera beserta satu lensa yang telah terpasang, dan tripod. Seharusnya cable shutter release juga diperlukan, tetapi saya ingin mencoba tanpa cable shutter release. Tepat di depan pagar depan Balai kota Surabaya saya memulai shoot.
Foto ini dilakukan di depan balai kota ketika malam.
Shutter Speed 15
Aperture Value 14
Exposure Compensation +1/3
ISO Speed 100
Zoom effect
Kebetulan sekali ada tukang becak mangkal di segitiga jalan depan balai kota, Subject come in handy. Here’s my picture
Shutter Speed 30
Aperture Value 20.0
Exposure Compensation +1/3
ISO Speed 200
Shutter Speed 10
Aperture Value 20.0
Exposure Compensation +1/3
ISO Speed 200
Shutter Speed 1.6
Aperture Value 11.0
Exposure Compensation +1/3
ISO Speed 200
Lokasi kedua adalah Parkiran surabaya Plaza dan elevator belakang:
Shutter Speed 8
Aperture Value 11.0
Exposure Compensation +1/3
ISO Speed 200
Zoom effect
Shutter Speed 0.5
Aperture Value 11.0
Exposure Compensation +1/3
ISO Speed 200
Zoom effect
Long exposure ternyata sangat menarik untuk dilakukan. Sepertinya saya akan menyusun jadwal lebih serius untuk penggunaan long exposure di photo. See ya.
Blog at WordPress.com. Theme: Nishita by Brajeshwar.